Postingan

TIDAK LAGI TENTANG DIRIMU

Setelah semua perjalanan panjang, setelah berlikunya jalan, dalam dan terjalnya sebuah kisah. Aku ingin menjadi orang yang paling ikhlas kali ini, aku selalu berkata, bahwa aku tidak ingin memaksa sepenuhnya. Kau juga perlu menyadari, aku tidak ingin berlarut-larut dalam ketidakpastian, ketidakbedayaan, dan segala yang membuatku bagai diri tak bertuan. Kali ini aku ingin benar-benar pergi, tidak ada yang ingin aku ulang lagi, atau bahkan hanya sekedar menunggu waktu kembali, benar-benar tidak lagi. Bukan apa-apa, aku   manusia rentan, tidak selamanya kuat bertahan, tidak selamanya bisa menahan. Dulu, apa saja kuterima dengan lapang, tidak lagi sekarang, aku ingin menghargai diriku, aku ingin ceritaku tidak semua tentang kerapuhan. Sekarang tidak ada gunanya berandai, tidak berguna jika kita berbicara tentang “kalau saja”. Apa yang terjadi sampai hari ini telah ada garisnya, kita telah sama-sama hebat, kita telah sama-sama kuat. Selanjutnya, apa saja yang terjadi pada dirimu, ...

Peran dan Harapan

  Tidak terasa 2020 sudah lewat setengahnya, hari ini setelah berbagai kegiatan diluar, aku kembali menyempatkan untuk sedikit bercerita di blog ini. Sejauh ini, luar bisa kesempatan yang telah diriku maksimalkan, lagi-lagi aku tidak berhenti berterima kasih, aku juga berharap dikuatkan atas segala yang aku kerjakan. Sedang dirimu, semoga Allah mudahakan, sampai tahap ini dirimu telah begitu hebat, persis seperti tulisanku sebelumnya, tapi perjuangan tidak berhenti begitu saja, banyak tanggung jawab yang perlu kau tuntaskan. Jika berbicara tentang mengeluh, rasanya kau lebih layak melakukannya, tapi nyatanya kau tetap dengan sungguh dan giat menjalaninya. Sekarang semakin banyak yang ingin aku realisasikan, tentang harapan dimasa depan, tentang impian yang perlahan aku wujudkan, syukurnya sampai hari ini selalu dilimpahkan diri yang terus mau mencoba, diri yang terus mau belajar, juga tidak henti mengusahakan.   Terlepas dari semua itu, bukan berarti aku tanpa kekhawatir...

Menjadi Indonesia

   Tulisan ini diambil dari blog saya satunya indonesiaberkisah.blogspot.com   Jauh sebelum blog ini ada, sebelumnya saya memang sering mengisahkan tentang bagian dari Indonesia, tentang keadaan rakyatnya, pemerintahan, budaya, bahasa, dan isu-isu hangat lainnya. Bagi saya, bicara dan menulis merupakan aksi, sebuah aksi untuk menjadi Indonesia sejati. Terlalu banyak hal yang kadang lupa kita soroti, terlalu banyak kisah sederhana yang seharusnya bisa memberi arti. Melalui blog ini saya ingin sedikit berbagi, melihat sisi lain dari negeri ini. Semoga bisa menjadi wadah untuk kita lebih luas lagi membuka mata, lebih jauh lagi mengulurkan tangan, dan lebih banyak lagi mendengar cerita Indonesia. Saya akan terbuka atas apa saja, kalian sangat boleh untuk membagikan atau bercerita tentang Indonesia versi kalian, tentang Indonesia dari sudut mana saja kalian ingin arahkan. Melalui membaca dan menulis kita bisa belajar banyak hal, saya orang yang terlampau suka memperhatika...

Sendu dan Tanpa Tuju

    Aku tidak tahu apa yang kutulis, kepala, mata, dan hatiku tidak searah. Aku ingin bilang terserah, membiarkan apa saja yang terjadi padamu dan dia, menjadi tidak peduli atas apa pun ikatan kalian berdua, pada akhirnya aku tetap saja tidak terima. Untuk kalian yang sering membuka blog ini, aku ucapkan terima kasih yang luar biasa, kalian telah mau mengikuti alur yang kupaksa sabar, mengikuti cerita yang terlihat kuterima dengan lapang. Sedang diriku sendiri tidak tau apa yang benar-benar aku rasa. Selain pada pencipta, blog ini juga tahu beberapa, meskipun tidak segalanya. Aku benar-benar bingung, entah harus meneruskan apa yang aku lakukan biasanya, atau mencoba menjadi bukan siapa-siapa. Aku sadar, aku lemah dalam soal mengabaikanmu, aku juga kadang tidak bisa berdamai dengan pikiran dikepalaku. Sudah tahun keberapa aku menjalani ini, aku bahkan jenuh dengan diriku sendiri. Tadinya aku ingin berdamai sekali lagi, tapi sepertinya ini bukan saat yang tepat, aku...

Dengarkan Lagi

  Aku mengajak diriku bicara dalam sekali, lebih dalam dari apa yang biasa aku renungi. Untuk kali ini aku tidak akan terlalu memikirkan pilihan kata, kubiarkan mengalir   kemana saja pikiranku membawa. Memang tidak ada yang tahu rencana ilahi, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi, tidak tahu apa saja yang tersimpan didalam hati. Jauh dari ini, aku ingin menangis sejadi-jadinya, aku ingin meneriaki semesta, aku ingin meringkuk melupakan apa saja. Betapa tidak, sudah terlalu berat rasanya, sudah terlalu penuh sesak pada dada. Jika saja hal ini terjadi beberapa tahun silam, mungkin aku akan melakukannya. Tidak dengan sekarang, bukankah aku telah banyak belajar, banyak mendengar, bahkan sudah terlalu hapal dengan segala kemungkinan yang terjadi, aku sudah akrab begini, menikmatinya sendiri, kemudian berdamai bersama hati. Bukan aku mengabaikannya, tapi hal yang aku pahami bahwa mencintai itu tulus, mencintai itu ikhlas, apapun yang terjadi selanjutnya, setidaknya aku...

Kamu Bisa

  Barangkali judul tersebut amat sangat tepat untuk setiap rangkaian tugas yang mengiringimu.   Kesibukan yang datang silih berganti, peran dan tanggung jawab yang juga menanti. Aku orang yang tidak lagi memaksa semesta, tidak juga menggerutu mengemis pinta, sejatinya kita akan bertemu dengan yang memang jalannya, apapun itu, apa saja.   Tidak menampik bahwa hidup akan ada fase sulit, sebuah alur yang menjadi rumit, serta jalan yang berubah sempit. Oleh karena itu, kita perlu terus mengetuk pintu-pintu langit. Aku tulis lebih awal, terhitung sejak saat aku memikirkan kata-kata ini, aku percaya penuh bahwa kamu bisa mengejar apa yang sedang kamu tuju, kamu bisa melewatinya dengan beragam mimpi lainnya. Aku penuh percaya, apa saja yang kini kamu lakukan, kamu mampu lebih dari sekedar bisa. Aku tahu kamu bukan orang yang gampang menentukan, kamu orang yang penuh pertimbangan, perencanaan, dan segala sesuatu yang berulang diperhitungkan. Tidak salah jika semua ora...