Sendu dan Tanpa Tuju
Aku tidak tahu apa yang kutulis, kepala, mata, dan hatiku tidak searah. Aku ingin bilang terserah, membiarkan apa saja yang terjadi padamu dan dia, menjadi tidak peduli atas apa pun ikatan kalian berdua, pada akhirnya aku tetap saja tidak terima. Untuk kalian yang sering membuka blog ini, aku ucapkan terima kasih yang luar biasa, kalian telah mau mengikuti alur yang kupaksa sabar, mengikuti cerita yang terlihat kuterima dengan lapang. Sedang diriku sendiri tidak tau apa yang benar-benar aku rasa.
Selain pada pencipta, blog ini juga tahu beberapa, meskipun tidak segalanya. Aku benar-benar bingung, entah harus meneruskan apa yang aku lakukan biasanya, atau mencoba menjadi bukan siapa-siapa. Aku sadar, aku lemah dalam soal mengabaikanmu, aku juga kadang tidak bisa berdamai dengan pikiran dikepalaku. Sudah tahun keberapa aku menjalani ini, aku bahkan jenuh dengan diriku sendiri.
Tadinya aku ingin berdamai sekali lagi, tapi sepertinya ini bukan saat yang tepat, aku ingin meluapkannya, aku ingin menulisnya. Kadang aku berpikir apakah yang aku lakukan adalah hal salah, apakah aku terlalu egois sampai tidak bisa melihat ikatan kalian berdua, atau aku yang tidak pandai berkaca, aku bukan siapa-siapa.
Aku berniat melupa, tapi ternyata aku jauh lebih mendamba.
Komentar
Posting Komentar