BERJALAN DI SEBELAH KANAN

Pagi ini aku memilih berjalan di sebelah kanan,
menatap semu pada jalanan dengan udara pagi yang menyejukkan.
Kupilih sebelah kanan melawan arah dari orang kebanyakan.
Kutujukan mata kemana saja yang membuatku nyaman, sesekali ku amati daun yang berjatuhan.
Pagi itu sama seperti pagi-pagi biasanya, hanya saja ada hal yang terasa sangat menyesakkan dada.
Ada pikiran yang benar-benar tidak bisa aku buat reda.
Aku mencoba berdamai dengan keadaan.
Aku tersadar dari lamunan dengan kaki yang terus kulangkahkan.

Ada banyak hal yang telah kita lewati, kita? atau cuma aku yang terlalu membawa hati.
Atau aku yang tak pandai mengatur emosi. 
Tidak gampang menghapus semua yang telah terekam dalam memori, terlebih, terlalu banyak cerita yang kita ukir disisi.
Tidak akan kuceritakan lebih rinci, aku takut gerimis enggan menepi. Kau paham maksud kata-kataku ini? semoga kau juga mau mengerti.

''Buat apa aku mendoktrin diriku untuk menyerah 
 Sekiranya hatiku memang terlatih dan terpilah
 Bertahanlah, jika tak ingin perjuanganmu hanya sebatas lelah" 

TIDAK, bukan begitu ceritanya! 
Dia adalah kisah yang memilih untuk berpindah.

Kau tidak benar-benar meninggalkan hal yang menyakitkan
Kau menikmatinya dengan sendu yang kau pertahankan

Sudah, mari menepi sejenak dari keramaian
Banyak hal yang telah kau lewatkan
Buka mata juga pikiran, ada hati yang perlu kau lapangkan

''Meski di keramaian aku berpijak, tetap hatiku tak pernah beranjak".
"Kau bagai sajak, tempatku meluapkan sesak".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dengarkan Lagi

Sesak Enggan Beranjak