Notifikasi Yang Sepi

Hari ini seperti biasa, setelah menyelesaikan semua kesibukanku, aku membuka kembali ponsel yang ada digenggamanku.  Entah kali keberapa aku memastikan ada notifikasi darimu. Hanya semu, bahkan tidak untuk dua centang biru. Kau sibuk, benakku.
Sekali lagi, hasilnya sama, tidak ada apa-apa. Kali ini Aku menuju tumpukan buku yang sedari tadi menghantuiku. hanya ku bolak-balik dan beberapa yang aku buat tanda. Sambil sesekali melirik ponsel yang sengaja aku nyalakan deringnya.

Bagaimanapun juga setiap hari tetap harus aku lewati, dengan ada atau tidak dering notifikasimu berbunyi.
Aku tarik napas dalam-dalam berusaha menenangkan semua keresahan.berpikir positif menjamah angan.
Awalnya aku menulis ini sudah lama, bulanan yang lewat mungkin. Hari ini baru ku teruskan, saat kita tidak lagi saling berbagi kabar, dengan ceritamu yang masih saja aku nanti dengan sabar. Sebenarnya aku terlanjur malas untuk kembali membuka cerita-cerita ini, karena semua ceritanya tertuju padamu yang kembali mucul dikepalaku sejak tadi. Sekali lagi aku berusaha menenangkan diriku. Dengan atau tanpa orang itu, hidupmu harus terus berjalan. Menggapai semua harapan, melampui semua impian, itu harus kau lakukan!

Jujur, aku merasa ada yang kurang. kata-kataku tidak lagi bersemangat. Bak matahari yang hilang hangat, makna yang tak lagi sarat, para lebah yang hilang sengat. Tepat, sajakku dibuat sesat.

Mungkin ini akan terlalu sedikit, aku terlampau ingin segera menyudahinya. lagipula kau memang sudah tidak lagi bersedia. Biarkan kita menjadi orang yang kembali asing. Bahkan sangat asing untuk sebuah kata KITA, cukup Aku dan Kamu saja, atau tambahkan saja Dia!.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dengarkan Lagi

Sesak Enggan Beranjak