Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2019

Tautan Hari

Hitungan jam lagi tahun kali ini akan berganti. Tidak ada rencana khusus yang Aku jadwalkan. Perihal perayaan, atau tentang segala keseruan tahunan. Aku hanya ingin melihat kebelakang dalam-dalam, lalu menatap rencana kedepan tajam-tajam. Tentang jutaan pelangi, ada juga lautan bara api. Tidak itu berlebihan, nyatanya itulah kehidupan. Aku tahu, terlalu banyak syukurku yang terlewatkan. Ada banyak tumpahan doa yang lupa aku aminkan. Diriku yang tak pandai berterima kasih tulus, Aku yang perlu belajar banyak tentang ikhlas, tambah juga sikapku yang akrab dengan egois. Aku belajar banyak hal dari orang-orang disekitarku, dari orang-orang dijalalan yang biasa Aku menuju. Betapa tidak tahunya Aku tentang arti kehidupan sesungguhnya, betapa malunya diriku yang biasa mengeluh perihal dunia. Betapa terlalu memaksanya aku tentang ramainya hidup yang sementara. Jika kita bisa membuka mata lebar-lebar. Banyak dari mereka diluar sana yang hidup bermodal sabar. Mereka tak menuntut lebih dar...

Semoga Baik

Dengan cara apapun kau kembali, aku tak pernah bisa untuk membenci. Selalu ku ulangi, kau selalu jadi bagian yang sarat akan arti. waktu ini, aku tahu kau terlalu sibuk dengan tugasmu. Aku senang bisa mendengar keluhmu itu. Aku juga percaya kau bukanlah orang yang gampang menyerah. Kau bukan orang yang akrab dengan kalah. Sebenarnya, aku tak berharap kau membaca bagian ini. Ini akan terlalu dalam bagiku yang perasa, juga untuk dirimu yang tak pandai membaca  caraku berkata. Entah atas dasar apa, aku benar-benar ingin menulis kali ini. Seakan aku tak punya tumpukan tugas yang menghantui. Selalu, aku ingin tetap seperti ini. Tetap bisa jadi orang yang tahu akan kamu pada malam juga pagi. Jangan segan, padaku  segala sesuatu bisa kau luapkan. Jangan ragu, aku akan bersedia mendengar katamu mengadu. Apa pun, jika bisa aku tujukan, maka akan aku juangkan. Tidak berlebihan, cerita tentangmu selalu menentramkan. Kapan pun, jika kau meminta. Mari merapal doa, kuselipkan dirim...

Notifikasi Yang Sepi

Hari ini seperti biasa, setelah menyelesaikan semua kesibukanku, aku membuka kembali ponsel yang ada digenggamanku.  Entah kali keberapa aku memastikan ada notifikasi darimu. Hanya semu, bahkan tidak untuk dua centang biru. Kau sibuk, benakku. Sekali lagi, hasilnya sama, tidak ada apa-apa. Kali ini Aku menuju tumpukan buku yang sedari tadi menghantuiku. hanya ku bolak-balik dan beberapa yang aku buat tanda. Sambil sesekali melirik ponsel yang sengaja aku nyalakan deringnya. Bagaimanapun juga setiap hari tetap harus aku lewati, dengan ada atau tidak dering notifikasimu berbunyi. Aku tarik napas dalam-dalam berusaha menenangkan semua keresahan.berpikir positif menjamah angan. Awalnya aku menulis ini sudah lama, bulanan yang lewat mungkin. Hari ini baru ku teruskan, saat kita tidak lagi saling berbagi kabar, dengan ceritamu yang masih saja aku nanti dengan sabar. Sebenarnya aku terlanjur malas untuk kembali membuka cerita-cerita ini, karena semua ceritanya tertuju padamu yang kem...