Semoga Baik

Dengan cara apapun kau kembali, aku tak pernah bisa untuk membenci. Selalu ku ulangi, kau selalu jadi bagian yang sarat akan arti.
waktu ini, aku tahu kau terlalu sibuk dengan tugasmu. Aku senang bisa mendengar keluhmu itu.
Aku juga percaya kau bukanlah orang yang gampang menyerah. Kau bukan orang yang akrab dengan kalah.
Sebenarnya, aku tak berharap kau membaca bagian ini. Ini akan terlalu dalam bagiku yang perasa, juga untuk dirimu yang tak pandai membaca  caraku berkata.
Entah atas dasar apa, aku benar-benar ingin menulis kali ini. Seakan aku tak punya tumpukan tugas yang menghantui.
Selalu, aku ingin tetap seperti ini. Tetap bisa jadi orang yang tahu akan kamu pada malam juga pagi.
Jangan segan, padaku  segala sesuatu bisa kau luapkan.
Jangan ragu, aku akan bersedia mendengar katamu mengadu.
Apa pun, jika bisa aku tujukan, maka akan aku juangkan. Tidak berlebihan, cerita tentangmu selalu menentramkan.
Kapan pun, jika kau meminta. Mari merapal doa, kuselipkan dirimu atas bahagia.
Untuk orang yang tidak pernah lelah memperjuangkan asa, Aku bangga!
Sederhana, ku ajukan dengan sedikit memaksa, kau dan aku akan terus bersama. Menjadi dua orang yang tidak pernah lelah bekerja sama.
Tidak akan ku pinta lebih, Tuhan telah terlalu baik dalam mengasih.
Sampai sekarang aku belum tunai berterima kasih.


Tuhan yang ringankan bebanmu
Bisakah aku temani sibukmu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dengarkan Lagi

Sesak Enggan Beranjak