PENGHUJUNG RINTIK

Aku menulisnya ketika hujan kembali membumi, dan semesta seakan memahami, ada jiwa-jiwa yang ingin mengenang cerita kembali, bersama hujan yang jatuh kali ini.
Aku menikmatinya sambil mengingat hari dimana kita pernah bermain bersama hujan, hari itu benar-benar menenangkan, dan setiap hari bersamamu akan menjadi hari yang tak pernah aku lupakan.
Bersamamu Aku tidak lagi meminta hal lain untuk dikabulkan, denganmu Aku melupakan hal yang melelahkan.
Kau menjadi orang yang selalu bisa memecahkan hening dikepalaku.
Kau menjadi orang yang selalu bisa mengukir senyum di wajahku.
Sampai, kau juga bisa menjadi orang yang meremukkan anganku.

Dulu, kita pernah bercerita banyak hal, kau menceritakan masa lalumu yang selalu ingin kucari tahu.
Kau selalu menjadi sosok yang hebat, apalagi ketika kita membahas sesuatu yang yang berujung debat.
Semoga kau selalu begitu, dengan siapapun orang yang kini disampingmu.Menjadi sosok yang patut ditulis, dilukis, dan dikenang dengan manis.
Tetaplah menjadi orang yang selalu dengan bangga Aku ceritakan.
Tetaplah menjadi orang yang tak pernah habis kisahnya kubagikan.
Meski mungkin ada orang lain yang akan meneruskan kebiasaanku itu.
Meski nanti yang melakukannya tidak lagi diriku.

Akan kulanjutkan nanti, cerita tentangmu tidak cukup sampai disini.
Terlalu banyak kisah yang begitu memberi arti. Izinkan Aku menata hati, percayalah, dirimu akan kutulis kembali.
Izinkan Aku menenangkan diri, berharap cerah masih mau menemani. Sebab, rintik sudah terlalu akrab dengan diri ini.

Hujan tidak selalu deras, Aku selau menikmatinya dengan lepas.
Berharap ada luka yang terbebas.

"Ada suara yang tidak benar-benar Aku dengar.
 Ada jejak yang tidak benar-benar Aku gambar."

"Ada kisah yang tidak benar-benar Aku ceritakan.
 Ada tatap yang kadang Aku pertahankan, dan ada dirimu yang tidak benar-benar Aku lepaskan."
 

Komentar

  1. Hai..
    Salam kenal dari ku si anak teknik..
    Nama ku memang tak semenarik rintik..
    Sikap ku memang suka mengusik..
    Tapi aku bukan lah orang yang gemar melirik dan berbisik..

    Mohon maaf sebelumnya, untuk mu sang ahli bahasa..
    Tidak kah engkau bosan dengan cerita lama..
    Dari tema, judul, alur, bahkan tokoh yang sama..

    Sering aku mendengar kau terluka oleh nya..
    Sering aku melihat kau jatuh kan air mata..
    Harus seperti apa lagi sahabat mu ini berkata kata..
    Jika kau selalu mencoba untuk tutup telinga..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal kembali, cek "mari menata hari".

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dengarkan Lagi

Sesak Enggan Beranjak