Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2019

Sesak Enggan Beranjak

Sekali lagi, Aku mencoba menarik diri, mencoba membuka mata atas apa yang telah terjadi. Aku tidak pernah benar-benar bisa membawa diriku pergi, meski sesak di benak bertubi-tubi. Kala sepi, Aku mencoba membuka lagi apa yang bisa membuat diriku setidaknya menyadari, bahwa dirimu tidak pernah benar menemani. Aku tak bisa. Berkali-kali aku mengulangnya. Hasilnya sama, kau tetap ada, di tempat yang sama, relung jiwa. Jangan lagi, pintaku. Nyatanya aku tetap menunggumu. Melawan kesakitan yang menggerutu. Berharap waktu berpihak kepadaku. Kurang keliru apa lagi diriku, mengulang rasa yang semu. Jika kau tahu, aku sebaik-baik penunggu, yang entah kapan hadirmu. Kau bagai candu, aku terlanjur mengadu. Sudah menjadi kebiasaanku, memastikan kamu ada, meski dengan orang diluar sana. Sudah menjadi kebiasaanku, mencari tahu kabarmu, agar tenang menyertaiku,sesederhana itu. Mulailah pagi dengan secangkir kopi Tanpa gula, juga tanpa roti Agar kau tidak kaget dengan kehidupan yang ter...

TEMPAT INDAH BERSAMA GUNDAH

Tempat indah dengan sejuta pemandangan, jika kalian ikut bersamaku saat itu, kalian bisa bebas merentangkan tangan, meneriakkan semua harapan, dan melepas semua keresahan. Menatap luas keseberang yang tidak terlihat tepinya, melawan gerak angin menerpa. juga bercengkerama dengan pasir yang terbawa asa. Terlebih jika kalian menikmatinya bersama orang-orang terdekat, pastilah matahari akan terasa lebih hangat. Tidak denganku, Aku menikmatinya dengan berpura-pura. Kita pergi bersama-sama. Ada aku, kamu, dia, dan yang lainnya. Aku tak masalah jika kau bahagia dengan siapa saja. Tapi jangan kau perlakukan dia dengan istemewa. Kalaupun ingin, tolong jangan sampai Aku melihatnya, karena itu hanya akan membuat tenangku sengsara. Sebelumnya, Aku memilih menatap jauh keluar jendela, dengan musik yang kuperdengarkan ditelinga. Memilih menyandarkan kepala, dan berusaha untuk tidur setidur-tidurnya. Daripada harus melihat dirimu dan dia berlempar kata di iringi tawa. Perlahan kututup mataku d...

AGUSTUS YANG TAK TERKIKIS

Setiap agustus bagiku selalu jadi waktu yang tepat untuk mengenangmu dengan rapi. Hari-hari dimana Kau pernah berjanji tidak benar-benar pergi dan akan kembali. Sebenarnya setiap detikpun menjadi waktu yang tepat untuk mengenangmu dengan manis. Hanya saja, agustus seakan menjadi bulan dengan ingatan yang tak pernah habis. Tidak mudah Aku menulisnya, karena Aku takut ini hanya akan membuat luka menganga. Akan kucoba, kumulai dari mana saja hatiku membawa. Tidak mengapa jika kau lupa, aku tak akan memaksa. Tidak masalah jika yang mengenang dan menyimpannya dengan rapi hanya aku saja. Kita hanya manusia biasa, yang bisa melupakan apapun tanpa rasa. Bukankah kau memang telah terbiasa menggambarnya lalu menghapusnya?  Agustus selalu menyenangkan, ada cerita yang terbadikan dengan secercah sinar dikegelapan. Agustus juga menyesakkan, tidak ada temu, hanya ada rindu dan semua tentang dirimu. Kau selalu menjadi salah satu alasan untukku selalu mengambil peran dalam segala hal ...

MARI MENATA HARI

Tidak ada yang perlu di khawatirkan, jika kita percaya semuanya telah digariskan. Untuk para pemilik hati yang merasa terabaikan, entah karena dirimu yang tinggi terbawa perasaan ataupun kalian yang memang benar-benar dikecewakan. Sudah berapa kali perasaan kalian terbiarkan?, puluhan? ratusan? atau bahkan ribuan?. Ah... kurasa itu berlebihan. Perkara hati memang tak semudah harapan dan ekspektasi Adakala dimana kau harus berjuang sendiri. Menyusuri bumi, mencari makna dan arti. Untuk kalian yang benar-benar tulus, lalu di pulangkan. Untuk kalian yang dengan segenap hati, lalu di kembalikan. Dan untuk kalian yang telah tanpa keraguan, lalu di patahkan. Mari dengarkan aku sejenak, terkadang memang banyak hal yang tidak bisa kita tebak. Apalagi perihal hati yang oleh mata saja tak terlihat. Kau hanya perlu menyadari kadang ada masalah yang perlu kau selesaikan seorang diri. Ada kisah yang kadang tak perlu kau bagi. Yang pasti begini, berharap pada makhluk itu hanya akan kecew...

PENGHUJUNG RINTIK

Aku menulisnya ketika hujan kembali membumi, dan semesta seakan memahami, ada jiwa-jiwa yang ingin mengenang cerita kembali, bersama hujan yang jatuh kali ini. Aku menikmatinya sambil mengingat hari dimana kita pernah bermain bersama hujan, hari itu benar-benar menenangkan, dan setiap hari bersamamu akan menjadi hari yang tak pernah aku lupakan. Bersamamu Aku tidak lagi meminta hal lain untuk dikabulkan, denganmu Aku melupakan hal yang melelahkan. Kau menjadi orang yang selalu bisa memecahkan hening dikepalaku. Kau menjadi orang yang selalu bisa mengukir senyum di wajahku. Sampai, kau juga bisa menjadi orang yang meremukkan anganku. Dulu, kita pernah bercerita banyak hal, kau menceritakan masa lalumu yang selalu ingin kucari tahu. Kau selalu menjadi sosok yang hebat, apalagi ketika kita membahas sesuatu yang yang berujung debat. Semoga kau selalu begitu, dengan siapapun orang yang kini disampingmu.Menjadi sosok yang patut ditulis, dilukis, dan dikenang dengan manis. Tetaplah ...

BERJALAN DI SEBELAH KANAN

Pagi ini aku memilih berjalan di sebelah kanan, menatap semu pada jalanan dengan udara pagi yang menyejukkan. Kupilih sebelah kanan melawan arah dari orang kebanyakan. Kutujukan mata kemana saja yang membuatku nyaman, sesekali ku amati daun yang berjatuhan. Pagi itu sama seperti pagi-pagi biasanya, hanya saja ada hal yang terasa sangat menyesakkan dada. Ada pikiran yang benar-benar tidak bisa aku buat reda. Aku mencoba berdamai dengan keadaan. Aku tersadar dari lamunan dengan kaki yang terus kulangkahkan. Ada banyak hal yang telah kita lewati, kita? atau cuma aku yang terlalu membawa hati. Atau aku yang tak pandai mengatur emosi.  Tidak gampang menghapus semua yang telah terekam dalam memori, terlebih, terlalu banyak cerita yang kita ukir disisi. Tidak akan kuceritakan lebih rinci, aku takut gerimis enggan menepi. Kau paham maksud kata-kataku ini? semoga kau juga mau mengerti. ''Buat apa aku mendoktrin diriku untuk menyerah   Sekiranya hatiku memang terlatih dan terpila...