AGUSTUS YANG TAK TERKIKIS
Setiap agustus bagiku selalu jadi waktu yang tepat untuk mengenangmu dengan rapi.
Hari-hari dimana Kau pernah berjanji tidak benar-benar pergi dan akan kembali.
Sebenarnya setiap detikpun menjadi waktu yang tepat untuk mengenangmu dengan manis.
Hanya saja, agustus seakan menjadi bulan dengan ingatan yang tak pernah habis.
Tidak mudah Aku menulisnya, karena Aku takut ini hanya akan membuat luka menganga.
Akan kucoba, kumulai dari mana saja hatiku membawa.
Tidak mengapa jika kau lupa, aku tak akan memaksa. Tidak masalah jika yang mengenang dan menyimpannya dengan rapi hanya aku saja.
Kita hanya manusia biasa, yang bisa melupakan apapun tanpa rasa.
Bukankah kau memang telah terbiasa menggambarnya lalu menghapusnya?
Agustus selalu menyenangkan, ada cerita yang terbadikan dengan secercah sinar dikegelapan.
Agustus juga menyesakkan, tidak ada temu, hanya ada rindu dan semua tentang dirimu.
Kau selalu menjadi salah satu alasan untukku selalu mengambil peran dalam segala hal yang Aku lakukan.
Tidak saling mengabari, namun ada janji yang mengikat diri.Kisah tentang dirimu selalu memberi arti. Terlebih kita yang selalu berbagi cerita, atas hal-hal yang sebenarnya tidak perlu mengutara.
Waktu itu kita telah terbiasa saling mengabari lewat kata, kau terbiasa menceritakan kisah yang mengundang gelak tawa. Sampai, hal-hal itu dalam agustus tiada.
Setiap agustus ada doa yang melangit, berharap tidak ada hal yang rumit, yang membuat temu kau dan aku semakin sulit.
Kita memang tidak pernah benar-benar saling mengikat, karena kita tidak pernah tahu siapa orang yang benar-benar tepat, dan menjadi alasan tidak mengizinkan waktu berlalu dengan cepat.
Kita tidak pernah tahu dengan siapa rasa selamanya akan menetap. Melewati sisa waktu dengan penuh harap, dengan mata yang selalu saling menatap.
Semua itu rencana Tuhan yang rapi tersimpan, kita hanya bisa saling mendoakan, merapalnya dengan angan, dan jangan lupa untuk belajar merelakan. Kita hanya perlu percaya dengan Dia sebaik-baik perencana, yang tidak pernah sekalipun melepaskan hamba-Nya. Bukankah banyak cerita dari-Nya yang tak terduga. Maka, jangan Dia juga kau buat kecewa.
"Agustus itu tidak pernah terkikis,layak dikenang tanpa tangis".
Hari-hari dimana Kau pernah berjanji tidak benar-benar pergi dan akan kembali.
Sebenarnya setiap detikpun menjadi waktu yang tepat untuk mengenangmu dengan manis.
Hanya saja, agustus seakan menjadi bulan dengan ingatan yang tak pernah habis.
Tidak mudah Aku menulisnya, karena Aku takut ini hanya akan membuat luka menganga.
Akan kucoba, kumulai dari mana saja hatiku membawa.
Tidak mengapa jika kau lupa, aku tak akan memaksa. Tidak masalah jika yang mengenang dan menyimpannya dengan rapi hanya aku saja.
Kita hanya manusia biasa, yang bisa melupakan apapun tanpa rasa.
Bukankah kau memang telah terbiasa menggambarnya lalu menghapusnya?
Agustus selalu menyenangkan, ada cerita yang terbadikan dengan secercah sinar dikegelapan.
Agustus juga menyesakkan, tidak ada temu, hanya ada rindu dan semua tentang dirimu.
Kau selalu menjadi salah satu alasan untukku selalu mengambil peran dalam segala hal yang Aku lakukan.
Tidak saling mengabari, namun ada janji yang mengikat diri.Kisah tentang dirimu selalu memberi arti. Terlebih kita yang selalu berbagi cerita, atas hal-hal yang sebenarnya tidak perlu mengutara.
Waktu itu kita telah terbiasa saling mengabari lewat kata, kau terbiasa menceritakan kisah yang mengundang gelak tawa. Sampai, hal-hal itu dalam agustus tiada.
Setiap agustus ada doa yang melangit, berharap tidak ada hal yang rumit, yang membuat temu kau dan aku semakin sulit.
Kita memang tidak pernah benar-benar saling mengikat, karena kita tidak pernah tahu siapa orang yang benar-benar tepat, dan menjadi alasan tidak mengizinkan waktu berlalu dengan cepat.
Kita tidak pernah tahu dengan siapa rasa selamanya akan menetap. Melewati sisa waktu dengan penuh harap, dengan mata yang selalu saling menatap.
Semua itu rencana Tuhan yang rapi tersimpan, kita hanya bisa saling mendoakan, merapalnya dengan angan, dan jangan lupa untuk belajar merelakan. Kita hanya perlu percaya dengan Dia sebaik-baik perencana, yang tidak pernah sekalipun melepaskan hamba-Nya. Bukankah banyak cerita dari-Nya yang tak terduga. Maka, jangan Dia juga kau buat kecewa.
"Agustus itu tidak pernah terkikis,layak dikenang tanpa tangis".
Komentar
Posting Komentar