MARI MENATA HARI

Tidak ada yang perlu di khawatirkan, jika kita percaya semuanya telah digariskan.
Untuk para pemilik hati yang merasa terabaikan, entah karena dirimu yang tinggi terbawa perasaan ataupun kalian yang memang benar-benar dikecewakan.
Sudah berapa kali perasaan kalian terbiarkan?, puluhan? ratusan? atau bahkan ribuan?. Ah... kurasa itu berlebihan.
Perkara hati memang tak semudah harapan dan ekspektasi
Adakala dimana kau harus berjuang sendiri.
Menyusuri bumi, mencari makna dan arti.

Untuk kalian yang benar-benar tulus, lalu di pulangkan.
Untuk kalian yang dengan segenap hati, lalu di kembalikan.
Dan untuk kalian yang telah tanpa keraguan, lalu di patahkan.
Mari dengarkan aku sejenak, terkadang memang banyak hal yang tidak bisa kita tebak.
Apalagi perihal hati yang oleh mata saja tak terlihat. Kau hanya perlu menyadari kadang ada masalah yang perlu kau selesaikan seorang diri. Ada kisah yang kadang tak perlu kau bagi.
Yang pasti begini, berharap pada makhluk itu hanya akan kecewa, apalagi kau menggantungkan dirimu seutuhnya. Cukup dengan Tuhanmu saja kau sandarkan semuanya.

Lepaskan, jika seseorang itu tidak ingin berjalan beriringan.
Biarkan, jika dia memilih untuk meninggalkan.
Beri tahu dia jalan, agar dia tepat sasaran.
Waktumu terlalu berharga jika hanya untuk sebuah permainan.
Aku tau itu akan menyakitkan, dan tentu saja tidak semudah membalikan telapak tangan.
Tapi itu juga bukan perkara yang menyulitkan, kau hanya belum terbiasa mengikhlaskan.

Mari menata hari, ada orang-orang yang harus kau buat bahagia.
Ada orang-orang yang harus kau buat bangga.
Ada orang-orang yang harus selalu kau lukis senyumnya.
Jangan hanya karena dia yang memilih tiada, kau mengabaikan yang lainnya.

Berjanjilah padaku, Aku, kau, dan kita semua akan baik-baik saja. Buktikan pada dunia kau terlalu tegar untuk ditaklukkan, terlalu kuat untuk dijatuhkan, dan terlalu baik untuk disia-siakan.

"Meski berkali-kali mencari seorang pengganti
 tetap saja hati memilih melirik dirinya kembali.
 Kadang hidup memang perlu ditertawai
 Sudah, nikmati saja dengan sepenuh hati"




Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dengarkan Lagi

Sesak Enggan Beranjak