TEMPAT INDAH BERSAMA GUNDAH

Tempat indah dengan sejuta pemandangan, jika kalian ikut bersamaku saat itu, kalian bisa bebas merentangkan tangan, meneriakkan semua harapan, dan melepas semua keresahan.
Menatap luas keseberang yang tidak terlihat tepinya, melawan gerak angin menerpa. juga bercengkerama dengan pasir yang terbawa asa.
Terlebih jika kalian menikmatinya bersama orang-orang terdekat, pastilah matahari akan terasa lebih hangat.
Tidak denganku, Aku menikmatinya dengan berpura-pura. Kita pergi bersama-sama. Ada aku, kamu, dia, dan yang lainnya. Aku tak masalah jika kau bahagia dengan siapa saja. Tapi jangan kau perlakukan dia dengan istemewa. Kalaupun ingin, tolong jangan sampai Aku melihatnya, karena itu hanya akan membuat tenangku sengsara.

Sebelumnya, Aku memilih menatap jauh keluar jendela, dengan musik yang kuperdengarkan ditelinga. Memilih menyandarkan kepala, dan berusaha untuk tidur setidur-tidurnya. Daripada harus melihat dirimu dan dia berlempar kata di iringi tawa.
Perlahan kututup mataku dari semua pandangan semu, berharap waktu bisa lebih cepat berlalu, agar pada malam ku bisa mengadu.

"Tentang dirimu dan laut, aku sama-sama takut akan hanyut"
 
Sebenarnya, Aku tidak berhak kecewa, karena kita bukan dua orang yang saling mengutarakan rasa. Kita hanya dua orang yang saling mendukung satu sama lainnya, begitu saja.
Aku memang orang yang terlampau takut kehilangan lebih dalam, bahkan untuk sesuatu yang tidak Aku genggam.

"Kau bisa berbahagia dengan orang yang berbeda, tidak denganku, yang menuju dirimu saja"








Komentar

  1. Sajak yang bagus, tapi masih ada kesalahan saat menulis awalan di dan ke. Misal kata selanjutnya menunjukkan tempat/posisi, maka harus diberi spasi. Contohnya ke seberang √ dan Di telinga √.
    Tapi untuk keseluruhan tulisannya bagus. Semangat menulisnga dan jangan lupa datang berkunjung ke blogku juga ya!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih koreksinya, jangan pernah bosan untuk saling mengingatkan. Semangat juga!!!!

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dengarkan Lagi

Sesak Enggan Beranjak